Gerbang Depan SMA PGRI 4 BOGOR

Mendidik Siswa Berlandaskan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT, Menjadi Orang Beriman, Jujur, Beretika, Disiplin, Bermoral, Peduli Lingkungan, Berkarakter dan Berakhlak Mulia

GEDUNG BELAKANG BERLANTAI 4

Mendidik Siswa Berlandaskan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT, Menjadi Orang Beriman, Jujur, Beretika, Disiplin, Bermoral, Peduli Lingkungan, Berkarakter dan Berakhlak Mulia

SMA PGRI 4 BOGOR TAMPAK SAMPING

Mendidik Siswa Berlandaskan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT, Menjadi Orang Beriman, Jujur, Beretika, Disiplin, Bermoral, Peduli Lingkungan, Berkarakter dan Berakhlak Mulia

GEDUNG TENGAH

Mendidik Siswa Berlandaskan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT, Menjadi Orang Beriman, Jujur, Beretika, Disiplin, Bermoral, Peduli Lingkungan, Berkarakter dan Berakhlak Mulia

LAPANGAN OLAH RAGA

Mendidik Siswa Berlandaskan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT, Menjadi Orang Beriman, Jujur, Beretika, Disiplin, Bermoral, Peduli Lingkungan, Berkarakter dan Berakhlak Mulia

SELAMAT DATANG DI BLOG SMA PGRI 4 BOGOR SEMOGA BLOG INI DAPAT MENJADI MEDIA DAN SARANA KOMUNIKASI DAN BERBAGI INFORMASI BAGI KEMAJUAN SMA PGRI 4 Bogor

10.19.2011

100 Tokoh Berpengaruh di Dunia

MICHAEL H. HART adalah seorang keturunan Yahudi yang menuliskan buku berjudul “The 100“, pada tahun 1978. Buku tersebut memuat 100 tokoh yang memiliki pengaruh terkuat dalam sejarah manusia. Bukunya secara hangat diperdebatkan, konsep bukunya secara luas ditiru. Penting untuk dicatat bahwa Hart tidak memasukkan orang terbesar. Kriterianya ialah orang yang berpengaruh.

Buku ini dicetak kembali pada 1992 dengan beberapa revisi nyata terhadap daftar urutan 100 dan pangkat luar biasa mereka. Terutama di antara revisi itu ialah penurunan pangkat tokoh komunis seperti Lenin dan Joseph Stalin, dan pengenalan Mikhail Sergeyevich Gorbachev. Edisi ini juga memuat Edward de Vere menggantikan William Shakespeare. Hart menggantikan Niels Henrik David Bohr dan Antoine Henri Becquerel dengan Ernest Rutherford, juga membetulkan kesalahan dalam edisi pertama. Henry Ford juga dimasukkan di sini dari yang sekedar “Tokoh-tokoh Terhormat”, menggantikan Pablo Picasso. Akhirnya, urutan itu ditata kembali

100 Tokoh menurut Michael H. Hart – Berdasarkan Peringkat dan Pengaruhnya
1. Nabi Muhammad Penyebar agama Islam, penguasa Arabia, mempunyai karir politik dan keagamaan yang luar biasa, namun tetap seimbang dan serasi, mengakibatkan Nabi Muhammad memiliki banyak pengikut, dan juhttp://www.blogger.com/img/blank.gifga menjadi panutan seluruh masyarakat dunia hingga saat ini.
2. Isaac NewtonFisikawan, pencetus Teori Gravitasi umum, Hukum gerak
3. Nabi IsaIsa Al Masih Kristen
4. Siddhartha Gautama (Buddha)Pendiri agama Buddha
5. Kong Hu Cu (Buddha)Pendiri agama Kong Hu Cu
6. Santo PaulusPenyebar ajaran Kristen
7. Ts’ai LunPenemu kertas
8. Johann GutenbergMengembangkan mesin cetak, mencetak Alkitab
9. Christopher Columbus Penjelajah, memimpin orang-orang Eropa ke Amerika
10.Albert Einstein Fisikawan, penemu Teori Relativitas
11.Louis Pasteur Ilmuwan, penemu Pasteurisasi
12.Galileo Galilei Astronom, secara akurat mengemukakan teori Heliosentris
13.Aristoteles Filsuf Yunani yang berpengaruh
14.Euclides Matematikawan, membuktikan tentang Geometri
15.Nabi Musa Nabi terbesar Yahudi
16.Charles Robert Darwin Biologis, mendeskripsikan teori Evolusi
17.Kaisar Qin Shi Huang Kaisar Tiongkok
18.Augustus Caesar (Kaisar Agustus) Kaisar pertama [Kekaisaran Romawi]
19.Nicolaus Copernicus Astronom, salah satu tokoh Teori Heliosentris
20.Antoine Laurent Lavoisier Bapak Kimia modern, Filsuf dan Ekonom
21.Constantine yang Agung Kaisar Romawi yang menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi negara
22.James Watt Mengembangkan Mesin uap
23.Michael Faraday Fisikawan, Kimiawan, menemukan Induksi Elektromagnetik
24.James Clerk Maxwell Fisikawan, penemu Spektrum Elektromagnetik
25.Martin Luther Pendiri agama Protestan dan aliran Lutheran
26.George Washington Presiden pertama Amerika Serikat
27.Karl Heinrich Marx Bapak Komunisme
28.Orville Wright dan Wilbur Wright Penemu Pesawat terbang
29.Genghis Khan Penakluk dari bangsa Mongol
30.Adam Smith Ekonom, pelopor Kapitalisme
31.Edward de Vere, 17th Earl of Oxford Kemungkinan menulis karya yang berkaitan dengan William Shakespeare
32.John Dalton Kimiawan, Fisikawan, penemu Teori Atom, Hukum Tekanan Parsial (Hukum Dalton)
33.Alexander yang Agung / Iskandar Zulkarnain Penakluk dari Makedonia
34.Kaisar Napoleon Bonaparte Penakluk dari bangsa Perancis
35.
Thomas Alva Edison Penemu bola lampu dan Fonograf, dll.
36.Antony van Leeuwenhoek Ahli Mikroskop, mempelajari kehidupan mikroskopis
37.
William Thomas Green Morton Pelopor Anestesiologi
38.Guglielmo Marconi Penemu Radio
39.Adolf Hitler Penakluk, memimpin Blok Poros dalam Perang Dunia II
40.Plato Filsuf Yunani
41.Oliver Cromwell Politikus Inggris dan pemimpin militer
42.Alexander Graham Bell Salah seorang penemu Telepon
43.Alexander Fleming Penemu Penisilin, memajukan Bakteriologi, Imunologi dan Kemoterapi
44.John Locke Filsuf dan Teolog liberal
45.Ludwig van Beethove Komponis musik klasik
46.Werner Karl Heisenberg Pencetus Prinsip Ketidakpastian
47.Louis-Jacques-Mandé Daguerre Penemu/pelopor Fotografi
48.Simon Bolivar Pahlawan nasional dari Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru, dan Bolivia
49.René Descartes Filsuf Rasionalis dan matematikawan
50.Umar bin al-Khattab Khalifah Ar-Rasyidin kedua, memperluas Daulah Khilafah Islamiyah. Penerus cita-cita Nabi Muhammad SAW.
51.Paus Urbanus II Penyeru Perang Salib
52.Michelangelo Buonarroti Pelukis, pematung, arsitek
53.Asoka Raja India yang masuk dan mengembangkan agama Buddha
54.Santo Augustinus Teolog Kristen awal
55.William Harvey Penemu sirkulasi darah
56.Ernest Rutherford 1st Baron Rutherford of Nelson: Fisikawan
57.John Calvin Tokoh Reformasi Gereja, pendiri Calvinisme
58.Gregor Johann Mendel Penemu teori genetika
59.Max Karl Ernst Ludwig Planck Fisikawan, mengemukakan Termodinamika
60.Joseph Lister 1st Baron Lister: Pelaku penemuan Antiseptik yang secara besar mengurangi kematian akibat pembedahan
61.Nikolaus August Otto: Penemu mesin pembakaran 4 tak
62.Francisco Pizarro: Penakluk dari bangsa Spanyol yang menaklukkan Kerajaan Inka di Amerika Selatan
63.
Hernando Cortes: Penakluk dari bangsa Spanyol yang menaklukkan Meksiko
64.Thomas Jefferson: Presiden ketiga AS
65.Ratu Isabella I: Penguasa Spanyol, penyokong Cristopher Colombus
66.Joseph Stalin ([[Joseph Vissarionovich Dzugashvili]: Tokoh revolusioner dan penguasa Uni Soviet
67.Julius Caesar: Penguasa Roma
68.Raja William I sang Penakluk: Meletakkan pembangunan Inggris modern
69.Sigmund Freud: Pendiri sekolah Freud untuk psikologi, ahli psikoanalisis
70.Edward Jenner: Penemu vaksin cacar
71.Wilhelm Conrad Roentgen: Penemu sinar X
72.Johann Sebastian Bach: Komponis
73.Lao Tzu: Pendiri Taoisme
74.Voltaire: Penulis dan filsuf
75.Johannes Kepler: Astronom penemu Hukum Kepler tentang pergerakan planet
76.Enrico Fermi: Salah satu tokoh abad atom, Bapak Bom Atom
77.Leonhard Euler: Fisikawan, matematikawan penemu Kalkulus Diferensial dan Integral serta Aljabar
78.Jean-Jacques Rousseau: Filsuf dan pengarang Prancis
79.Niccolò Machiavelli: Penulis Sang Pangeran (risalat politik yang berpengaruh)
80.Thomas Robert Malthus: Ekonom penulis Esai Prinsip Populasi dalam Pengaruhnya pada Kemajuan Masa Depan pada Masyarakat
81.John Fitzgerald Kennedy: Presiden AS yang mendirikan “Program Luar Angkasa Apollo”
82.Gregory Goodwin Pincus: Endokrinolog, menemukan pil KB
83.Mani (en): Nabi Iran abad ke-3, Pendiri Manicheanisme
84.Vladimir Ilyich Lenin (Vladimir Ilyich Ulyanov): Tokoh revolusioner dan pemimpin Rusia
85.Kaisar Sui Wen: Menyatukan Tiongkok, pendiri Dinasti Sui
86.Vasco da Gama: Navigator, penemu rute pelayaran Eropa ke India
87.Raja Cyrus yang Agung: Pendiri kekaisaran Persia
88.Tsar Peter yang Agung: Mendekatkan Rusia kepada Eropa
89.Mao Zedong (Mao Tse-tung): Bapak Maoisme, komunisme Tiongkok
90.Sir Francis Bacon: Filsuf, menggambarkan secara induktif metode ilmiah
91.Henry Ford: Pembuat mobil model T
92.Meng Tse: Filsuf, pendiri sekolah Konfusianisme
93.Zarathustra (Zoroaster): Pendiri Zoroastrianisme
94.Ratu Elizabeth I: Ratu Inggris, memperbaiki Gereja Inggris setelah Ratu Mary
95.Mikhail Sergeyevich Gorbachev: Perdana Menteri Rusia yang mengakhiri Komunisme di Uni Soviet dan Eropa Timur
96.Raja Menes: Menyatukan Mesir Atas dan Mesir Bawah
97.Kaisar Charlemagne: Kaisar Romawi Suci
98.Homer: Penyair epik
99.Kaisar Justinianus I: Kaisar Romawi, menaklukkan kembali kekaisaran Mediterania
100.Mahavira: Pendiri Jainisme

Untuk mendownload lengkap 100 tokoh berpengaruh di dunia silahkan klik Download

Sumber :http://media.isnet.org

10.18.2011

Asal Muasal Cianjur

Pada jaman dahulu di daerah jawa barat ada seorang lelaki yang sangat kaya. Seluruh sawah dan lading di desanya menjadi miliknya. Penduduk desa hanya menjadi buruh tani penggarap sawah dan lading lelaki kaya itu. Orang kaya itu oleh penduduk desa dijuluki Pak Kikir karena memang dia adalah orang yang sangat kikir. Kekikirnya Pak kikr tidak pandang bulu, sampai-sampai terhadap anak lelaki satu-satunya pun dia juga sangat pelit. Untunglah sifat kikir itu tidak menular pada anak lelakinya itu. Anak Pak Kikir itu berwatak baik. Tanpa sepengetahuan ayahnya, sering dia membantu tetangganya yang kesusahan.

Menurut anggapan dan kepercayaan masyarakat desa itu, jika menginginkan hasil panen yang baik dan melimpah maka harus diadakan pesta syukuran denga baik pula. Takut jika panen berikutnya gagal, maka Pak Kikir terpaksa mengadakan pesta syukuran dan selamatan semua warga desa diundang oleh Pak Kikir. Penduduk desa mengira akan mendapatkan makanan yang enak dan lezat dalam selamatan itu. Perkiraan itu meleset, ternyata Pak Kikir hanya menyediakan hidangan ala kadarnya, itupun tidak cukup untuk menjamu seluruh orang yang diundang. Banyakdinatara undangan yang tidak mendapat makanan. Mereka akhirnya hanya dapat mengelus dada atas sikap Pak Kikir yang lagi-lagi terbukti kikir.
” huh!! Sudah berani mengundang orang ternyata tidak dapat menyediakana makanan, sungguh keterlaluan, buat apa hartanya yang segudang itu”
”Tuhan tidak akana memberikan berkah pada jartanya yang banyak itu”
Demikianlah pergunjingan dan sumpah serapah dari orang-orang miskin mewarnai pesta selamatan yang diadakan Pak Kikir.
Pada saat pesta selamatan sedang berlangsung, yiba-tiba datanglah seorang nenek tua renta yang meminta sedekah pda Pak Kikir.
”Tuan... berilah saya sedekah, walau hanya dengan sesuap nasi…”rintih nenek tua itu
”Apa sedekah? Kau kira untuk menanak nasi tidak diperlukan jerih payah hah...?
”Berilah saya sedikit saja dari harta tuan yang berlimpah ruah itu......??”
”Tidak! Cepat pergi dari sini, kalau tidak aku akan suruh tukung pukulku untuk meghajarmu!!”

Nenek itu nampak mengeluarkan air mata.
Demikianlah nenek tua itu tidak mendapat sedekah tetapi malah diusir sevcara kasar oleh Pak Kikir. Dia segera meninggalkan halaman rumah Pak Kikir.
Melihat kejadian itu putera Pak Kikir sangat sedih. Diam-diam dia mengambil jatah makan siangnya, lalu dikejarnya nenek yang sudah sampai di ujung desanya itu, diberikannya makanan itu kepada si nenek.
Nenek itu merasa sangat bergembira ” sengguh baik engkau nak, semoga kelak hidupmu menjadi mulia”
Setelah si anak muda itu pergi, si nenek melanjutkan perjalanannya. Sampailah dia di sebuah bukit dekat desa, dia berhenti sejenak. dilihatnya rumah milik Pak Kikir yang palling besar dan megah di desa itu. Sementara penduduk sekelilingnya menderita katrena ketamakan Pak Kikir.
Karena melihat kelakukan Pak Kikir itu, si nenek marah dan berkata ” ingat-ingatlah Pak Kikir, keserakahan dan kekikiranmu akan menenggelamkan dirimu sendiri. Tuhan akan menimpakan hukuman kepadamu”
Nenek itu lalu menancapkan tongkatnya di tanah, lalu dicabutnya lagi. Dari lubang tancapan itu memancar air yang sangat deras. Makin lama air itu makin besar dan menuju ke desa.
“Banjir!” “Banjirrr!!!!!” teriak orang-orang desa yang mulai panic melihat datangnya air bah dari lembah itu.
Anak Pak Kikir segera menganjurkan orang-orang agar segera meninggalkan desa dan lari ke atas bukit.
“cepat tinggalkan desa ini, larilah ke atas bukit yang aman”
“Tapi sawah dan ternak kita bagaimana?”
“Kalian pilih harta atau jiwa? Sudah tidak ada waktu untuk membawa harta lagi”
Anak Pak Kikir yang bijak itu terus berteriak-teriak mengingatkan penduduk desa. Ia juga membujuk ayahnya agar segera keluar rumah.
”ayah cepat tingga;lkan rumah ini, kita harus segera keluar menyelamatkan diri”
”Apa? Lari begitu saja. Tolol!! Aku harus mengambil peti hartaku yang kusimpan di dalam tanan dulu”
Karena tidak ada waktu anak Pak Kikir segera berlari menyelamatka diri, sementara Pak Kikir terus mengumpulkan harta bendanya. Dia terlambat menyelamatkna diri, akhirnya tenggelam dalam arus air bah.
Sebagian besar penduduk desa termasuk putera Pak Kikir selamat. Mereka sedih melihat desanya tenggelam. Kemudian mereka memutuskan untuk mencari daerah baru. Mereka mengangkat anak Pak Kikir sebagai pemimpin desa mereka yang baru.
Putera Pak Kikir lalu menganjurkan penduduk untuk mengolah tanah yang telah dibagi rata. Pimpinan desa baru itu mengajari penduduk menanam padi dan bagaimana mengairi sawah secara baik. Desa itu kemudian disebut desa Anjuran, penduduk desa selalu mematuhi anjuran pimpinannnya.
Lama kelamaan desa itu berkembang menjadi kota kecil disebut Cianjur. Ci berarti air. Cianjur berarti daerah yang cukup mengandung air. Anjuran pemimpin desa dijadikan pedoman para petani dalam mengolah sawah, maka sampai sekarang ini bersa Cianjur dikenal sangat enak dan gurih.

Sumber :
http://panggoengsandiwara.blogspot.com/2008/05/asal-mula-kota-cianjur-cerita-rakyat.html

Asal Muasal Majalengka

Alkisah zaman dahulu ada suatu negeri aman dan makmur, murah sandang murah pangan, terkenal dengan nama Negeri Panyidagan. Ratu yang memerintah negeri ini sangat cantik bernama Ratu Ayu Panyidagan, ada juga yang.menyebut Ratu Ayu Rambut Kasih, dan ada juga yang menyebut Nyi Rambut Kasih saja.

Kecantikan Ratu Ayu Panyidagan ini tak ada bandingannya sehingga kalau dilukiskan dengan kata-kata oleh penyair ialah, badannya ramping sebagai pohon pinang, rambutnya sebagai mayang terurai, mukanya berseri sebagai bulan empat belas hari, alisnya sebagai bentuk taji, hidungnya mancung sebagai bunga melur, matanya sebagai bintang timur, telinganya sebagai kerang, bibirnya sebagai delima merekah, giginya sebagai dua barisan mutiara, dagunya sebagai lebah bergantung, jarinya sebagai duri Iandak, pepat kukunya sebagai bulan tiga hari, pahanya sebagai paha belalang, betisnya sebagai perut padi, tumitnya sebagai telur burung.

Menurut cerita dari mulut ke mulut bahwa ratu mendapat pujian Ratu Rambut Kasih ialah karena semua orang (rakyat negeri ini) tidak berani menatap wajah ratu yang cantik dan berwibawa itu, mereka hanya berani menatap bila ratu telah pergi membelakangi mereka. Mereka hanya dapat melihat badannya yang ramping dan rambutnya yang hitam bergelombang menutupi badannya. Rambut ratu yang indah itu menimbulkan rasa kasih setiap orang yang melihatnya sehingga semua orang memuji kecantikannya yang sesuai dengan tingkah lakunya yang ramah tamah dan baik budi bahasanya. Oleh sebab itu mereka memberi julukan Ratu Ayu Rambut Kasih. Selain itu, beliau mempunyai ilmu lahir dan ilmu batin, lagi pula beliau dapat meramalkan kejadian yang akan dialaminya.

Dalam pemerintahan Ratu Ayu Panyidagan yang adil dan bijaksana itu kesejahteraan rakyat terjamin, baik petani maupun pedagang merasa aman dan tentram menggarap pekerjaannya karena tak pernah ada pencuri dan perampok yang mengganggu kekayaannya. Pemerintahan Ratu Ayu Panyidagan dibantu oleh para patih yang terkenal dalam bidang kesejahteraan dan keamanan negara ialah Ki Gedeng Cigobang, Ki Gedeng Mardapa, dan Ki Gedeng Kulur.

Pada suatu hari Ratu Ayu Panyidagan, mengadakan pertemuan di pendopo, yang dihadiri oleh para manteri dan para penggawa negara, bahkan rakyat pun boleh mendengarkan asal tidak mengganggu suasana perundingan itu.

Setolah semua undangan hadir, barulah Ratu Ayu Panyidagan ke luar dari Kaputren menuju ruang pendopo kemudian duduk di hadapan para menteri dan penggawa negara. Semua yang hadir tak ada yang berbicara, semuanya diam, semuanya menundukkan kepala tanda hormat dan takut menghadapi Ratu Ayu Panyidagan yang berwibawa itu.

Setelah suasana di pendopo itu tertib, kemudian sang ratu bersabda, "Para menteri dan para penggawa Negara Panyidagan yang hadir, sekarang sudah waktunya dan atas kehendak Sang Hiang, negara kita akan mendapat cobaan. Menurut wangsit yang kami terima, kelak kerajaan ini akan berubah. Oleh sebab itu, hadirin harus waspada dan siap siaga menghadapi malapetaka yang akan datang. Bila ada huru-hara di luar kerajaan, kalian harus cepat memusnahkannya jangan sampai musuh dapat masuk mengganggu ketertiban negara. Lindungilah rakyat dari segala bencana yang mengancam negeri kita. Tentramkan hati rakyat supaya mereka tentram mengerjakan tugas masing-masing dengan baik, para

petani tentram bertani supaya hasilnya akan lebih baik, dan para pedagang tentram berdagang jangan sampai dikejar-kejar oleh utang dan diganggu oleh pencuri atau perampok. Tapi kalau ada utusan dari negara lain yang akan bersahabat dan untuk kesejahteraan kita semua terimalah dengan baik dan ramah tamah. Mengerti ?"

"Yakseni, yakseni …," hadirin serempak menjawab.

Sang ratu bersabda lagi, "Sebentar lagi kami akan menerima tamu. Menurut ramalanku, orang yang datang tegap dan cakap, tetapi orang itu akan menimbulkan bencana bagi diri kami, hanya belum tahu bencana apa yang akan terjadi. Akan tetapi, semua rakyat Panyidagan tidak akan mendapat bencana itu, hanya akan berubah keyakinan dan kepercayaan, sesudah kerajaan ini lepas dari tangan kami. Nah sekian nasihat kami. Sekarang kalian boleh pergi meninggalkan pertemuan ini dan silakan melanjutkan lagi pekerjaan masing-masing dengan aman dan tentram."

Terhadap semua nasihat ratu tak ada yang berani menentang-nya sebab mereka yakin bahwa semua ucapan ratu pasti terjadi. Demikian juga, Ki Gedeng Cigobang, Ki Dedeng Mardapa, dan Ki Gedeng Kulur menerima tugas menjaga negara. Setelah siap dan mengumpulkan segala perkakas,’kemudian mereka pergi ke sebe-lah utara, akan menjaga perbatasan negara. Di sana ketiga senapati itu terus membuat pondok penjaga. Dari tempat ini mereka dapat melihat keseluruh penjuru dengan jelas. Baiksiang maupun malam mereka dapat melihat siapa yang lewat melalui jalan masuk ke Negeri Panyidagan. Setiap orang yang akan masuk ke negeri ini, harus menyeberangi sungai dulu karena hanya tempat itulah satu-satunya jalan masuk ke Negeri Panyidagan. Tempat penjagaan Ki Gedeng Cigobang itu, sekarang terkenal dengan nama Pajagan (berasal dari kata penjagaan).

Pada suatu waktu ketka Ki Gedeng Cigobang, Ki Gedeng Mardapa, dan Ki Gedeng Kulur sedang asyik berbincang-bincang, tidak diketahui dari mana datangnya, tahu-tahu kelihatan seorang pe-muda sedang menyeberangi sungai, akan masuk ke Negeri Panyidagan. Alangkah terkejut melihat kejadian itu. Mereka sudah meramalkan akan terjadi apa-apa kalau pemuda itu tidak tertangkap.

Ketiga senapati itu mejnanggil orang yang sedang menyeberangi sungai, "Hai … orang yang sedang menyeberang, siapa namamu dan mengapa kamu berani menyeberangi, tanpa ijin kami ?"

Yang sedang menyeberang itu tidak menghiraukan teriakan ketiga senapati itu, ia terus menyeberang sampai ketepi sungai itu, dan pergi menjauhi ketiga senapati itu. Ketiga senapati sangat marah melihat kelakuan pemuda itu, kemudian mereka lari mengejar orang itu dengan maksud akan mengeroyok karena orang itu sudah berani memasuki daerah penjagaan tanpa ijin mereka.

Orang yang menyeberangi sungai itu ialah utusan dari negeri Sinuhun Jati Cirebon, dengan maksud akan minta pertolongan Ratu Ayu Panyidagan. la akan minta buah maja yang ditanam oleh Ratu Ayu Panyidagan Untuk mengobati rakyat Sinuhun Jati Cirebon karena pada waktu itu di daerah Cirebon sedang berjangkit wabah penyakit yang harus diobati oleh godogan buah maja yang banyak terdapat di daerah Panyidagan. Utusan itu bernama Pangeran Muhamad. Dia selain mendapat tugas mencari buah maja, juga mendapat tugas mengislamkan orang-orang yang masih menyem-bah berhala.

Kita kembali menceriterakan Pangeran Muhamad yang sedang dikejaroleh ketiga senapati itu. la lari tunggang-langgang menuju ke arah barat. Ketiga senapati itu berusaha menangkapnya dan akan menyerahkan kepada ratunya. Tetapi senapati itu kalah cepat, buronannya makin jauh. Akhirnya mereka menggunakan siasat baru dengan-jalan mengepung Pangeran Muhamad dari beberapa penjuru. Kemudian seorang mengepung dari sebelah utara, yang seorang lagi dari sebelah barat, dan yang seorang lagi dari sebelah selatan. Akhirnya Pangeran Muhamad terkepung juga. Melihat keadaan dirinya sudah terkepung, kemudian Pangeran Muhamad masuk dan bersembunyi ke dalam suatu rumpun yang tidak jauh dari tempat itu. Di sana ia tepekur minta perlindungan Tuhan Yang Mahakuasa dengan mengucapkan syahadat tiga kali dan meren-takkan kakinya. Tanah yang diinjak itu belah dan membentuk suatu lubang, kemudian Pangeran Muhamad masuk ke dalam lubang itu. Setelah Pangeran Muhamad berada di dalam lubang itu, kemudian tanah yang retak itu tertutup kembali seperti sedia kala.

Ketiga senapati itu sudah sampai ke rumpun tempat persembunyian Pangeran Muhamad, mereka bolak-balik kian kemari mencarinya, setiap rumpun ditebas, setiap pohon ditebang tak ada satu rumput pun yang disisakannya, tetapi orang itu belum dijumpai, menghilang tanpa bekas. Ketiga senapati itu sudah putus asa, semua daya upaya sudah dilaksanakan, tetapi masih juga belum ber-hasil. Akhirnya mereka duduk bertekuk lutut memikirkan apa yang harusdikerjakan dan bagaimana melaporkannya kepada ratu. Setelah berunding, mereka pergi bersama-sama menuju kedaleman Panyidagan.

Kemudian Pangeran Muhamad yang ada di dalam tanah berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa, mohon diberi kekuatan dapat keluar dari dalam tanah. la mencoba ke luar dari dalam tanah dengan jalan mengorek dan melubanginya, lama kelamaan dapat ke luar melalui lubang dalam tanah itu dan munculkembali di suatu tempat, yang sekarang terkenal dengan nama Kampung Munjul, (rupanya terkenal ketika Pangeran Muhamad punjul/muncul lagi dari dalam tanah).

Penglihatan Pangeran Muhamad masih tetap gelap, segelap di dalam tanah walaupun ia sudah berada di atas tanah. Terus Pangeran Muhamad melanjutkan perjalanan menuju ke tempat da-tangnya cahaya, makin lama makin mendekati cahaya yang menyi-nari jalan itu dan akhirnya cahaya itu menghilang. Setelah diselidiki ternyata cahaya yang memancar itu ke luar dari "supa lumar" yang ada pada pohon-pohon jati yang berjejer sepanjang jalan itu. Kemudian Pangeran Muhamad memberi nama tempat ini Jatipamor yaitu kebun jati yang berpamor atau bercahaya.

Sekarang kita kembali menceritakan ketiga senapati yang sedang mencari Pangeran Muhamad. Mereka sudah ada di kadaleman akan melaporkan kejadian itu kepada Ratu Ayu Panyidagan. Mereka duduk pada bangku sambil membicarakan buronan yang hilang. Sedang asyik bercakap-cakap, Ratu Panyidagan datang ke pendopo menuju ketiga senapati yang merundukkan kepala karena malu dan bingung mencari kata-kata yang tepat untuk bahan laporan.

Kemudian Ratu Ayu Panyidagan bersabda, "Hai para senapati! Mengapa kalian ada di sini ? Mengapa kalian tidak melaksanakan tugas menjaga negara, kalau-kalau ada orang yang masuk ke kerajaan tanpa ijin kami ?"

"Ya tuanku, hamba datang dari perbatasan negara akan melaporkan bahwa kemarin ketika hamba bertiga sedang menjaga perbatasan, tiba-tiba ada orang yang sedang menyeberangi sungai dekat perbatasan. Hamba bertiga menegurnya, tetapi orang itu tidak mau menjawab, bahkan ia lari tunggang langgang. Hamba bertiga mengejar dan mengepungnya, kemudian ia lari ke balik rumpun dan menghilang tanpa bekas. Semua rumpun telah hamba tebas sampai tak ada satu rumput pun yang tertinggal."

"Kami tak percaya terhadap berita itu. Sekarang kalian harus mencari orang itu sampai dapat, dan bawa ke mari. Sebelum ter-tangkap, kalian tidak boleh kembali. Pergilah sekarang juga dan

tangkap hidup-hidup."

Ketiga orang itu pergi meninggalkan pendopo akan mencari buronan yang belum tertangkap itu. Mereka pergi lagi ke tempat Pangeran Muhamad menghilang dan mengubbrak-abrik tempat

itu, tetapi masih tetap belum dijumpainya. Sebenarnya Pangeran Muhamad sudah tidak ada di tempat itu, ia sudah sampai ke daerah Panyidagan.

Hutan dijelajahi, gua - gua dimasuki, akhirnya sampai ke tempat Pangeran Muhamad sedang beristirahat; yaitu di kebun jati yang p’enuh dengan "supa lumar jamur yang nampak pada kayu jati dengan mengeluarkan sinar di waktu malam. Mereka bergembira karena dari jauhterlihat seseorang sedang berjalan menuju kejalan Panyidagan. Ketiga senapati itu sudah siap siaga akan menangkap-nya. Mereka berjalan sambil membungkukkan badannya supaya buronan itu tidak melarikan diri atau menghilang lagi. Setelah de-kat, mereka serentak inenangkapnya. Kernudian diikatnya dan di-bawa ke kaputren.

Setelah sampai ke pendopo terus disuruh duduk di depan kursi Ratu Ayu Panyidagan, ditunggui oleh Ki Gedeng Mardapa dan Ki Gedeng Kulur, sedangkan Ki Gedong Cigobang pergi menghadap Ratu Ayu Panyidagan akan melaporkan bahwa buronan itu sudah ditangkap.

Baru saja sampai ke halaman kaputren, Ratu Ayu Pnyidagan sudah ke luar dan bersabda, "Lepaskan dan biarkan orang itu beristirahat dulu. Perlakukan orang itu seperti kalau kamu menerima tamu kami !"

Ki Gedeng Cigobang tidak berkata apa-apa, ia kembali lagi ke pendopo akan melaksanakan perintah ratu.

Pangeran Muhamad disuruh beristirahat dan mandi dulu sebelum menghadap ratu. Ki Gedeng Mardapa dan Ki Gedeng Kulur menyediakan makanan dan minuman. Setelah itu kemudian Pangeran Muhamad disuruh menghadap ke kaputren.

Waktu Pangeran Muhamad sedang berjalan menuju keputern, Ratu Ayu Panyidagan memperhatikan dari jendeia. Beliau terpesona melihat pemuda yang gagah dan cakap itu sehingga timbul rasa berahi ingin dipersunting oleh pemuda itu.

Setelah Pangeran Muhamad berada di hadapannya kemudian Ratu Ayu Panyidagan bertanya, "Hai pemuda, kamu berasai dari daerah mana? Mengapa kamu berani masuk ke negara ini, dan apa maksudmu datang kemari’?"

"Hamba ini berasai dari Cirebon. Hamba datang ke sini diutus oleh Sunuhun Jati, mencari buah maja yang ada di daerah kerajaan Panyidagan untuk mengobati rakyat kerajaan Cirebon yang terkena wabah penyakit demam. Oleh sebab itu. mudah-mudahan tuan hamba bersedia menolong rakyat kerajaan yang sedang menderita sakit demam itu, dan mengijinkan hamba membawa buah maja yang ada di daerah tuan hamba", yang ada di daerah tuan hamba." "Hanya itu permintaanmu ?" "Ya tuanku, hanya itulah permohonan hamba ini !" "Baiklah akan kami penuhi permintaanmu ini, bahkan semua kebun maja dan seluruh daerah Panyidagan akan menjadi milikmu, asal kamu memenuhi syarat ini."

"Ya tuanku, apa yang menjadi syaratnya ?" "Syaratnya sangat mudah, coba dengarkan ! Kami ini seorang ratu yang termasyhur dan dihormati oleh semua rakyat Panyidagan, para menteri, patih, serta para penggawa kami semuanya sangat setia. Hanya ada satu yang belum terpenuhi oleh diri kami. Kami ingin mempunyai turunan untuk melanjutkan kerajaan Panyidagan ini. Pilihan yang paling sesuai untuk menjadi suami kami, hanyalah engkau seorang diri. Nah itulah syaratnya ! Bagaimana, Apakah dapat kamu laksanakan ?.

"Ampun tuan hamba, syarat ini terlalu berat. Bukan tidak meng-agumi kecantikan tuan putri dan menurut perasaan hamba tidak ada yang tidak tertarik oleh kecantikan tuanku. Bukan hamba me-nolak anugerah tuan putri ini, hanya ada rintangan yang sangat berat yaitu hamba ini sudati punya istri. Dan lagi menurut agama hamba tidak baik mencintai orang yang sudah punya isteri."

Sesudah Ratu Ayu Panyidagan mendengar jawaban Pangeran Muhamad, beliau sangat murka ditolak oleh pemuda itu.

"Beliau berteriak memanggil patih." Patih tangkap orang ini, masukkan ke dalam penjara, jangan sampai dapat kembali ke Cirebon. Obat yang berupa buah maja tidak dapat dimilikinya dan dibawanya ke Cirebon, bahkan kebunnya pun kuhancurkan sampai akar-akarnya."

Kemudian pergilah Ratu Panyidagan ke dalam kaputren. Tidak berapa lama langit mendung, makin lama makin gelap, dan turun-lah hujan yang sangat derasnya, sehingga orang orang porak-poranda masuk ke rumah masing-masing karena merasatakutoleh hujan yang sangat deras itu.

Keesokan harinya langit cerah dan matahari bersinar menyinari alam semesta. Rakyat Panyidagan pergi akan mencari naf kah untuk keperluan sehari-hari. Semua orang terpaku melihat keadaan daerah Panyidagan yang berubah, kaputren menghilang beserta Ratu Panyidagan menghilang ke "marcapada". Kebun maja yang meng-himau itu hilang tanpa bekas. Semua rakyat ribut sambil berteriak,

"Gusti ratu menghilang, maja…………. langka, maja……… langka, majalangka……. !"

Sejak itu timbul sebutan majalangka, yang sekarang terkenal dengan nama Majalengka.

Kemudian Pangeran Muhamad yang diutus Sinuhun Jati men-cari buah maja, tidak berhasil karena buah maja sudah tidak ada, terus ia bertapa di gunung Haur sampai meninggal. Jenazahnya dikebumikan di sana. Sejak itu Gunung Haur terkenal dengan nama Margatapa.

Hanya sekian cerita asal mula Majalengka.

(Sumber: Cerita Rakyat Daerah Jawa Barat - Departemen Pendidikan dan Kebudayaan)

Asal Mula Adanya Padi

Dikutip dari : Buletin Kebudayaan Jabar (Kawit)
Oleh : Ronny Ardiwijaya

Tersebut pada zaman itu di Taman Sorga Loka, Sunan Ibu kedatangan "Dewi Sri Pohaci Long Kancana" yang melaporkan bahwa di Buana Panca Tengah belum terdapat "Cihaya" berupa sesuatu kebutuhan hidup para umat, yang ada baru berupa "Nur Muhammad". Mendengar hal tersebut, Sunan Ibu menitahkan agar Dewi Sri Pohaci Long Kancana berangkat ke Buana Panca Tengah.

Dalam seyogianya Dewi Sri Pohaci Long Kancana tidaklah berkeberatan
untuk berangkat ke Buana Panca Tengah asalkan kepergiannya ditemani
Eyang Prabu Guruminda. Permohonan Sang Putri pun dikabulkan oleh Sunan
Ibu.Sebelum berangkat meninggalkan Sorga Loka, Eyang Guruminda duduk
bersemedi memohon petunjuk Hiang Dewanata. Setelah selesai semedi dan
memperoleh petunjuk, dengan kesaktiannya yang hanya dalam waktu sekejap
sang Putri berubah bentuk menjadi sebuah telur.

Setelah semua persiapannya selesai, maka berangkatlah Eyang Guruminda
mengiring Dewi Sri Pohaci Long Kancana dengan tujuan Negara Buana Panca
Tengah, yang disimpan dalam sebuah Cupu Gilang Kencana. Prabu Guruminda
setelah beberapa lama terbang ke setiap penjuru
utara-selatan-barat-timur yang pada akhirnya pada suatu ketika Cupu
Gilang Kencana terbuka dan "telur" di dalamnya pun terjatuhlah.

Sudah menjadi kersaning Sang Dewata, telur yang terjjatuh tadi jatuh di
suatu tempat yang mana tempat itu dihuni oleh Dewa Anta. (Cirebon
sekarang?). Dewa Anta yang mengetahui di tempat bersemayamnya ada telur,
ta ayal lagi maka telur itu pun dieraminya. Setelah beberapa waktu
lamanya telur dalam eraman Dewa Anta menetas dan lahirlah seorang putri
yang sangat cantik.
Dalam kedewasaannya dengan paras yang sangat cantik yang akhirnya
tersiar berita ke seluruh negri dan berdatanganlah ratu-ratu kerajaan
pada zamannya dengan maksud akan meminangnya untuk dijadikan permaisuri.

Dewi sri pohaci Long Kencana memperoleh pinangan dari para ratu ini
bukanlah menjadikan hatinya senang karena bila ia menerima pinangan
berarti ia telahmengingkari niatnya dan amanat yang telah dibebankan
kepadanya. Kepada setiap ratu pun telah dijelaskan bahwa maksud
pengembaraannya itu bukan semata-mata untuk mencari bakal suami, namun
untuk mengemban amanat dari Sang Hiang Widi di Sorga Loka yaitu untuk
menganugerahkan "CIHAYA" kepada negara gelar Buana Panca Tengah. >>

Walau penjelasn telah disampaikan namun pinangan terus-menerus
berdatangan juga dan oleh karenanya pada akhirnya Dewi Sri Pohaci Long
Kencana menderita tekanan bathin dan jatuh sakit. Lama kelamaan sakitnya
semakin parah dan tibalah suatu saat Sang Putri menyampaikan amanat
terakhir "Nanti bila saatnya tiba dan bila kelak aku sudah disemayamkan,
akan terdapat suatu keanehan-keanehan pada pusaraku". Hendaknya
diperhatikan pada pusaraku; pada bagian "larangan" kelak akan tumbuh
"pohon enau", sedang pada bagian "puser" akan tumbuh bermacam-macam
tumbuhan dan pada bagian kepala akan tumbuh "pohon kelapa". Dan akhirnya
dengan kehendak Sang Hiang Widi, Putri antik pun tilemlah.
Benarlah apa yang diamanatkan oleh Sang putri adalah menjadi kenyataan.
Dikisahkan pada suatu hari, ada kakek-nenek pencari kayu yang seperti
biasanya pada hari-hari tertentu mencari kayu bakar dan sekedar mencari
bahan makanan untuk bekal hidupnya berdua.

Suatu ketika kakek dan nenek mendapatkan sebuah pusara yang telah
ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang belum pernah ditemui dan dilihatnya
selama ini. Seperti apa yang telah diwasiatkan terdahulu bahwa pada
bagian "larangan" tumbuh pohon enau dan pada bagian kepala tumbuh pohon
kelapa. Namun pada bagian sekitar pusernya tumbuh bermacam-macam
tumbuhan dan tepat pada "puser'nya tumbuh suatu tanaman yang sangat aneh
dan belum pernah selama ini kakek dan nenek menemukannya dan baru kali
ini melihatnya. Adalah serangkai tumbuhan berdaunan bagus berbuah masih
hijau berbulu bagus pula.

Timbul niatnya untuk memeliharanya dan dibersihkannya sekitar tumbuhan
tersebut. Demikian dari hari ke hari minggu ke minggu dengan penuh
kesabaran dan ketekunan tumbuhan itu dipeliharanya. Tak terasa waktu
berjalan terus hingga menjelang bulan ke 5, buah yang hijau tdi telah
buncit berisi, sehingga buah yang setangkai itu merunduk karena
beratnya. Dengan penuh kesabaran dan keyakinan lagi pula ingin
mengetahui sampai di mana dan apa sebenarnya tumbuhan yang aneh itu.
Setelah beberapa lama menjelang bulan ke 6 ditengoknya kembali tumbuhan
tersebut dan ternyata butir-butir buah tadi berubah menjadi kuning
sangat indah nampaknya.
Setelah keduanya termenung maka timbullah niat untuk memetiknya.
Sebelum dipetik buah tadi dicicip terlebih dahulu dan ternyata isinya
putih dan semu manis rasanya. Kakek dan nenek menyiapkan dupa beserta
apinya untuk membakar kemenyan untuk memohon izin kepada Hiang Widi.
Selesai upacara membakar kemenyan, ditebaslah tumbuhan yang dimaksud dan
alangkah terkejutnya kakek dan nenek itu karena pada tangkai yang
dipotong tadi mengeluarkan darah bening serta harum *) namun bagi kakek
dan nenek tidaklah menjadi penyesalan karena disadarinya bahwa kejadian
ini sudah menjadi kehendak yang kuasa. Dan sudah bening serta harum
pulalah yang dijadikan kemenyan.

Namun timbul kemudian niatnya untuk menanamnya kembali dan butir-butir
buah tadi ditanamnya kembali sekitar pusara tadi. Keajaibannya pun
terjadi kembali karena dengan seketika itu pula butir-butir tadi tumbuh
dan sudah berbuah kuning pula. Kakek dan nenek langsung menbasnya pula
dan ketika itu pulalah ditaburkannya butir-butir kuning itu demikina
terus kejadian itu terulang sehingga terkumpullah ikatan butir-butir
buah kuning banyak sekali.
Atas kejadian ini kakek dan nenek menjadi bingung karenanya, memperoleh
hasil sangat berlimpah dalam waktu sekejap. Dari asal buah setangkai.
Lagi pula apa yang mereka miliki belum tahu apa dan buah apa gerangan
terlebih namanya pun belum ada.

Demikian, karena kakek dan nenek dalam kebingungan bahkan belum mendapat
keputusan untuk memberinya nama. Sehingga tiba-tiba nenek mengusulkan
bahwa berhubung kakek dan nenek selalu bingung tidak bisa ada keputusan
dan sukar untuk memilih, yang dalam bahasa Sundanya disebut "paparelean"
lebih baik buah ini kita sebut "pare" saja, demikian yang pada akhirnya
tumbuhan serta buahnya tadi diberi nama "Pare".

Tidaklah keberatan kiranya penulis di sini sedikit menganalisa atas
terjadinya nama "Pare". Pertama, mungkin karena ada kata "paparelean"
asal dari dua suku kata yaitu "papar" yang artinya "jelas", "maparkeun"
yang artinya menjelaskan, atau menegaskan, serta diambil dari kata
"Alean" (Sunda) yang artinya "milih" sehingga gabungan dari dua suku
kata awal yang mengandung dua makna yaitu "Par" da "e" pada elean
sehingga menjadi kata "Pare". >>

Kedua, mungkin asal kejadian dari kata "Alean" itu sendiri yang artinya
memilih. Umpamanya saja kami ambilkan contoh dari kata "pilih" bisa jadi
"milih" - marilih - "Parilih". Sehingga dalam kata "Alean" pun (kata
Sunda buhun) bisa terjadi perubahan bentuk menurut kebutuhan menjadi
pang"marelean"keun-di "perelean" yang kemudian hasil dari "marilih" tadi
disebut "PARE".

Demikian hingga sekarang di tatar Sunda yang dimaksud Nagara Buana Panca
Tengah, hingga kini tumbuhan serta buahnya yang dimaksud disebut "PARE",
yang merupakan cita-cita Dewi Sri Pohaci Long Kancana untuk kelengkapan
hidup yang disebut "CIHAYA". ***
copy right : mistiksunda.com

10.11.2011

Fakta-Fakta Unik di Dunia

Banyak Sekali fakta-fakta unik di dunia ini yang belum bahkan tidak kita ketahui berikut ini adalah beberapa fakta unik mulai dari Binatang, Tumbuhan, Tokoh Dunia, Ponsel, Ilmu Pengetahuan Pasti dan lain sebagainya yang ada didunia walaupun hanya sebagian kecil saja tapi semoga bermanfaat.

untuk membacanya silahkan klik link download fakta unik

Kisi-Kisi UN


Ujian Nasional (UN) 2011 rencananya dilaksanakan bulan April 2011. Untuk siswa siswi kelas 3 SMA/MA (Madrasah Aliyah) yang akan menghadapi UN 2011 nanti, tentunya sangat membutuhkan contoh-contoh soal UN 2011 sebagai bahan latihan dalam menghadapi Ujian Nasional nanti.

bagi yang membutuhkan bahan-bahan latihan Ujian Nasional berikut ini kisi-kisi Ujian Nasional tahun 2011 download disini

Belajar Bahas Inggris Tanpa Grammer

Panduan Pembelajaran Bahasa Inggris yang cukup bagus, meskipun hanya versi gratisan tapi materi yang disajikan sudah cukup berbobot untuk menambah wawasan dan pengetahuan

kita dalam mempelajari bahasa inggris, buku ini disajikan dengan pembahasan yang sangat menyenangkan dan tidak terlalu formal tanpa harus menguasai grammer.
Download Ebook ini

Bogor tempo Doeloe

Bogor tempo doeloe terkenal sebagai kota yang indah dan merupakan kota persinggahan dan peristirahatan bagi para bangsawan di zaman hindia belanda.
mungkin bagi kita yang lahir dimana kota bogor sudah berkembang dengan pesat belum atau bahkan tidak tahu bagaimana bogor tempo doeloe
Bogor Tempo Doeloe

Rapat Orang Tua Siswa

Pada tanggal 8 Oktober 2011 bertempat di Aula SMA PGRI 4 Bogor telah dilaksanakan pertemuan antara orang tua siswa kelas X dan XI dan Staf Pimpinan SMA PGRI 4 Bogor guna membahas, berbagi informasi dan masukan bagi kemajuan SMA PGRI 4 Bogor

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan sebelumnya yaitu pertemuan orang tua siswa kelas XII yang dilaksanakan pada bulan September 2011, dimana dalam pertemuan itu dibahas mengenai persiapan UN. Pihak SMA PGRI 4 Bogor telah mempersiapkan beberapa program kegiatan yang akan dilaksanakan menjelang UN antara lain Try Out UN, Pelajaran tambahan untuk pelajaran yang di UN kan dan latihan-latihan soal UN dan ini semua perlu adanya dukungan dari orang tua dan siswa kelas XII itu sendiri dalam menghadapi Ujian Nasional yang akan datang, sehingga siswa siap secara materi dan mental dalam menghadapi UN
Dalam pertemuan antara Orang tua siswa kelas X dan XI dibeberkan Program kegiatan yang telah dilaksanakan di SMA PGRI 4 Bogor dan Program kegiatan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang juga disampaikan beberapa prestasi yang telah di raih oleh siswa baik di bidang cokulikuler maupun ekstrakulikuler.
Pertemuan ini diharapkan menjadi jembatan bagi orang tua siswa untuk lebih aktif mendorong siswa/i nya untuk lebih giat belajar dan berprestasi di SMA PGRI 4 Bogor.